11 Ilustrasi Jujur Ini Gambarkan Teknologi Sudah Mengambil Alih Kehidupan Kita
life.idntimes.com
Apr 7, 2017 12:00 PM
Foto dulu sebelum makan, bukan berdoa dulu sebelum makan
Sekarang ini, kadang teknologi mengambil alih hidup kita. Kini bermain dengan ponsel lebih asyik ketimbang menghabiskan waktu dengan teman-teman. Mengambil foto makanan masih jauh lebih penting dibandingkan berdoa.
Berikut 11 ilustrasi dari Jean Julien yang membuktikan bahwa sekarang orang lebih sibuk bersama gadget-nya dibandingkan dengan kehidupannya sehari-hari.
Coba deh inget, kapan terakhir kamu bisa benar-benar melepas stres di pantai? Sekarang pantai sudah bukan tempat kamu bisa duduk-duduk tenang dan melihat laut. Yang bisa kamu lihat adalah pengunjung yang hobi ber-selfie ria dan ramainya minta ampun. Aduh!
Dulu berlangganan koran bulanan masih sering kita temui. Tapi kalau sekarang, pasti dianggap ketinggalan zaman. Yang ada sekarang adalah kamu berlangganan e-newspaper, dengan membaca tablet setiap paginya. Hilang deh kesempatan untuk ngobrol dengan keluarga di pagi hari.
Semenjak pesatnya teknologi, sekarang susah banget untuk quality time apalagi sama pacar. Benar gak? Pasti terkadang kamu bete karena pacar kamu sibuk sama gadget-nya sendiri sampe kamu curhat gak didengarkan. Sabar ya.
Ini 100% nyata, sih. Coba deh ke beberapa local gig atau konser-konser besar. Pasti kamu melihat banyak orang yang menikmati konser dari layar gadget-nya. Sesekali ambil foto sebenarnya gak apa-apa, toh kan kamu membayar untuk melihat konser tersebut. Tapi kalau sepanjang konser layarmu terangkat, itu baru mengganggu orang lain.
Akibat #foodporn an #foodgasm, esensi doa sebelum makan sudah gak berlaku lagi. Bahkan orang yang ingin menikmati makanan selagi hangat juga dilarang. Sedih tahu!
10. Aktivitas olahraga pun tidak terlepas dari gadget.
Coba deh perhatiin orang-orang yang lari pagi, pasti kebanyakan megang gadget ditangannya, entah untuk dengar lagu ataupun menggunakan run trackingapp seperti Nike+ Running.
11. Makan bersama, eh malah sibuk dengan gadget masing-masing.
Kalau lagi makan sama keluarga besar ataupun teman-teman, pasti ada momen di mana semuanya hening dan perhatiin layar gadget masing-masing. Gak mau kan kebersamaan seperti ini terjadi? Lebih baik coba tantang mereka untuk menyimpan gadget-nya. Yang pertama ambil, dia yang bayar.
Memang tidak bisa dipungkiri gadget memudahkan kehidupan manusia dari segala aspek. Namun jangan sampai benda satu ini merengut kebersamaanmu dan apa yang seharusnya kamu lakukan sebagai manusia.
Legenda Kraken - Sang penguasa lautan
Mungkin tidak ada monster legendaris yang
lebih mengerikan dibandingkan dengan Kraken, penguasa lautan yang membuat para
pelaut bergidik ketakutan. Apa yang menarik dari legenda Kraken adalah adanya
kemungkinan kalau legenda ini mungkin memang berdasarkan pada sesuatu yang
nyata.
Kraken adalah seekor monster yang digambarkan sebagai makhluk
raksasa yang berdiam di lautan wilayah Islandia dan Norwegia. Makhluk ini
disebut sering menyerang kapal yang lewat dengan cara menggulungnya dengan
tentakel raksasanya dan menariknya ke bawah.
Kata Kraken sendiri berasal dari Kata "Krake" dari bahasa
Skandinavia yang artinya merujuk kepada hewan yang tidak sehat atau sesuatu
yang aneh. Kata ini masih digunakan di dalam bahasa jerman modern untuk merujuk
kepada Gurita. Begitu populernya makhluk ini sampai-sampai ia
sering disinggung di dalam film-film populer seperti Pirates of the
Caribbean atau Clash of The Titans. Jika ada makhluk raksasa
penguasa lautan, maka Krakenlah namanya.
Karakter Kraken
Kita mungkin mengira Kraken hanyalah sebuah bagian dari dongeng, namun
sebenarnya tidak demikian. Sebutan Kraken pertama kali muncul dalam buku Systema
Naturae yang ditulis Carolus Linnaeus pada tahun 1735.
Mr. Linnaeus adalah orang yang pertama kali mengklasifikasi makhluk hidup ke
dalam golongan-golongannya. Dalam bukunya itu, ia mengklasifikasikan Kraken ke
dalam golongan Chepalopoda dengan nama latin Microcosmus. Jadi, boleh dibilang
kalau Kraken memiliki tempat di dalam sains modern.
Erik Ludvigsen Pontopiddan, Uskup Bergen yang juga seorang naturalis,
pernah menulis di dalam bukunya Natural History of Norway yang terbit
tahun 1752 kalau Kraken "tidak bisa disangkal, adalah monster laut
terbesar yang pernah dikenal".
Menurut Pontopiddan, Kraken memiliki ukuran sebesar sebuah pulau yang terapung
dan memiliki tentakel seperti bintang laut. Ia juga menyebutkan kalau makhluk
ini bisa menggulung kapal yang lewat dengan tentakelnya dan menariknya ke dasar
lautan. Namun, menurut Pontopiddan, bahaya terutama dari Kraken adalah riak air
yang dashyat ketika ia menyelam ke dalam laut. Riak itu bisa menenggelamkan
kapal yang ada di dekatnya.
Menariknya, selain menggambarkan Kraken sebagai makhluk yang berbahaya,
Pontopiddan juga menulis mengenai sisi lain dari makhluk misterius ini. Ia
menyebutkan kalau ikan-ikan di laut suka berada di dekat Kraken. Karena itu
juga, para nelayan Norwegia yang mengetahui hal ini suka mengambil risiko untuk
menangkap ikan dengan membawa kapalnya hingga berada tepat di atas Kraken.
Jika mereka pulang dengan membawa hasil tangkapan yang banyak, para penduduk
desa tahu kalau para nelayan tersebut pastilah telah menangkap ikan tepat di
atas Kraken.
Sejak lama, makhluk ini hanya dianggap sebagai bagian dari Mitologi kuno yang
setara dengan sebuah dongeng. Namun ketika sisa-sisa bangkai monster ini
terdampar di pantai Albaek, Denmark, Pada tahun 1853, para ilmuwan mulai
menyadari kalau legenda mengenai Kraken mungkin memang berdasarkan pada sesuatu
yang nyata, yaitu cumi-cumi raksasa (Giant Squid), cumi-cumi kolosal
(Colossal Squid) atau Gurita raksasa (Giant Octopus).
Seberapa besarkan seekor cumi atau gurita bisa bertumbuh?
Benarkan mereka bisa menyerang sebuah kapal besar seperti yang digambarkan di
film-film?
Penampakan Signifikan
Pada tahun 1801, Pierre Denys de Montfort yang menyelidiki subjek
mengenai Kraken menemukan kalau di Kapel St.Thomas di St.Malo, Brittany,
Perancis, ada sebuah lukisan yang menggambarkan seekor gurita raksasa
sedang menyerang sebuah kapal dengan cara menggulungnya dengan tentakelnya.
Insiden yang tergambar dalam lukisan tersebut ternyata berdasarkan pada peristiwa
nyata.
Dikisahkan kalau kapal tersebut adalah kapal
Norwegia yang sedang berada di lepas pantai Angola. Ketika mendapatkan serangan
tak terduga tersebut, para pelaut di atas kapal lalu membuat sebuah kaul untuk
St.Thomas yaitu jika mereka dapat terlepas dari bahaya ini, mereka akan
melakukan perjalanan ziarah.
Para awak kapal kemudian mengambil kapak dan mulai melawan monster itu dengan
memotong tentakel-tentakelnya. Monster itupun pergi. Sebagai pemenuhan atas
kaul itu, para awak kemudian mengunjungi Kapel St.Thomas di Britanny dan
menggantung lukisan itu sebagai ilustrasi atas peristiwa yang menimpa mereka.
Sayangnya, peristiwa yang menimpa para pelaut itu tidak diketahui persis tahun
terjadinya. Namun, paling tidak, penyerangan monster raksasa
terhadap sebuah kapal tidak bisa dibilang sebagai mitos semata.
Selain kisah lukisan di Kapel St.Thomas, Mr.Monfort juga menceritakan
perjumpaan lain dengan makhluk serupa cumi atau gurita raksasa yang dialami
oleh kapten Jean-Magnus Dens dari Denmark yang bertemu dengan makhluk
itu juga di lepas pantai Angola. Makhluk raksasa itu menyerang kapal mereka dan
bahkan berhasil membunuh tiga awaknya.
Para awak kapal yang lain tidak tinggal diam dan segera mengambil meriam dan
menembakkannya ke monster itu berulang-ulang hingga ia menghilang ke dalam
lautan.
Kapten Dens memperkirakan monster itu memiliki panjang 11 meter.
Kisah lain terjadi pada tanggal 30 November 1861. Ketika sedang berlayar di kepulauan
Canary, para awak kapal Perancis, Alencton, menyaksikan seekor monster
laut raksasa berenang tidak jauh dari kapal.
Para pelaut segera menyiapkan peluru dan mortir yang kemudian ditembakkannya ke
arah monster itu.
Monster yang ketakutan dengan segera berenang menjauh. Namun, kapal Alencton
segera diarahkan untuk mengejarnya. Ketika mereka berhasil mendekatinya,
garpu-garpu besi segera dihujamkan ke tubuh monster itu dan jaring segera
dilemparkan. Ketika para awak mengangkat jaring itu, tubuh monster itu patah
dan hancur yang kemudian segera jatuh ke dalam air dengan menyisakan hanya
sebagian dari tentakelnya.
Ketika kapal itu mendarat dan tentakel itu diperlihatkan kepada komunitas
ilmuwan, mereka sepakat kalau para awak kapal mungkin telah menyaksikan seekor
cumi raksasa dengan panjang sekitar 8 meter.
Pada bulan Oktober 1873, seorang nelayan bernama Theophile Piccot dan
anaknya berhasil menemukan tentakel cumi raksasa di Newfoundland. Setelah
diukur, para peneliti menyimpulkan kalau hewan itu kemungkinan memiliki panjang
hingga 11 meter.
Pada tahun 1924, Frank T.Bullen menerbitkan sebuah buku yang berjudul The
Cruise of the Chacalot. Dalam buku ini, Bullen menceritakan sebuah kisah
luar biasa yang disebut terjadi pada tahun 1875. Kisah ini membuat Kraken
mendapatkan musuh abadinya, yaitu Paus Penyembur (Sperm Whale).
Menurut Bullen, pada tahun 1875 ia sedang berada di sebuah kapal
yang sedang berlayar di selat Malaka. Ketika malam bulan purnama, ia melihat
ada sebuah riakan besar di air.
"Ada gerakan besar di dalam laut saat
purnama. Aku meraih teropong malam yang selalu siap di gantungannya. Aku
melihat seekor paus penyembur besar sedang terlibat perang hebat dengan seekor
cumi-cumi yang memiliki tubuh hampir sebesar paus itu. Kepala paus itu terlihat
lincah seperti tangan saja layaknya. Paus itu terlihat sedang menggigit
tentakel cumi itu dengan sistematis. Di samping kepalanya yang hitam, juga
terlihat kepala cumi yang besar. Mengerikan, aku tidak pernah membayangkan ada
cumi dengan kepala sebesar itu."
Mendengar kesaksian Bullen, kita mungkin
tergoda untuk mengatakan kalau ia membesar-besarkan atau mungkin mengarangnya
saja. Namun, pada Oktober 2009, komunitas ilmuwan menyadari kalau kisah yang
diceritakan Bullen mungkin memang bukan sekedar cerita fiksi. Cumi raksasa
memang bermusuhan dengan Paus Penyembur.
Di wilayah perairan di pulau Bonin di Jepang, para peneliti kelautan berhasil
mendapatkan foto-foto langka yang memperlihatkan seekor paus penyembur sedang
menyantap seekor cumi raksasa yang diperkirakan memiliki panjang 9 meter.
Dendam lama tidak pernah berakhir.
Giant Squid, Colossal
Squid dan Giant Octopus
Sekarang, mari kita sedikit mengenal lebih jauh tiga teman raksasa kita yang
mungkin telah memicu legenda Kraken. Saya akan mulai dari Giant Squid atau Cumi
raksasa.
Giant Squid atau
Cumi-cumi raksasa Giant Squid atau cumi-cumi raksasa yang berasal dari genus Architeuthis ini memiliki 8 spesies dan diketahui bisa
memiliki panjang hingga 13 meter bagi yang betina dan 10 meter untuk yang
jantan. Ukuran ini dihitung dari sirip caudal hingga ujung tentakelnya. Namun,
ukuran cumi ini bisa jadi lebih besar daripada yang diperkirakan.
Pada tahun 1880, potongan tentakel ditemukan di Selandia Baru dan diperkirakan
merupakan milik dari cumi raksasa yang memiliki panjang 18 meter. Ukuran yang
sangat luar biasa!
Ide kalau seekor cumi raksasa bisa menenggelamkan sebuah kapal mungkin
terdengar mengada-ngada pada zaman ini. Namun, pada abad pertengahan, ukuran
kapal tidak sebesar yang kita miliki sekarang. Contohnya, kapal Columbus yang
bernama Pinta hanya memiliki panjang 18 meter. Sebuah cumi sepanjang
10-15 meter sudah bisa dipastikan dapat menyerang dan menenggelamkan kapal ini
dengan mudah.
Perilaku giant Squid ini hampir tidak pernah dikenal sebelumnya hingga pada
tahun 2004 ketika para ilmuwan Jepang berhasil mendapatkan 556 foto makhluk ini
dalam keadaan hidup. Cumi-cumi tersebut terperangkap dalam sebuah jebakan yang
dibuat. Ketika ia berhasil lolos, salah satu tentakelnya yang memiliki panjang 5,5
meter putus. Dari panjang ini, para ilmuwan tersebut memperkirakan kalau
makhluk itu memiliki panjang 8 meter.
Colossal Squid atau
Cumi Kolosal
Apabila kita mengira Cumi raksasa sudah memiliki ukuran yang luar biasa, maka,
perkenalkan makhluk yang satu ini, Colossal Squid atau Cumi kolosal.
Makhluk ini memiliki nama latin Mesonychoteuthis hamiltoni dan para
ilmuwan percaya kalau makhluk ini bisa bertumbuh hingga paling tidak memiliki
panjang 14 meter. Ini membuatnya menjadi hewan invertebrata terpanjang di
dunia. Walaupun demikian, para ilmuwan tidak bisa memastikan hingga seberapa
panjang hewan ini bisa bertumbuh.
Mengenai Colossal Squid, Dr.Steve O'Shea, ahli cumi dari Auckland
University berkata:
"Sekarang kita tahu kalau makhluk ini
memiliki ukuran yang lebih besar dibanding Giant Squid. Giant Squid bukan lagi
cumi terbesar di luar sana. Sekarang kita memiliki sesuatu yang lebih besar.
Bahkan bukan cuma sekedar besar, tetapi benar-benar jauh lebih besar."
Colossal Squid di foto di atas ditangkap di Laut Ross dan memiliki panjang
mantel 2,5 meter. Ukuran ini termasuk luar biasa karena Giant Squid terbesar
yang diketahui hanya memiliki panjang mantel 2,25 meter. Lagipula, Colossal
Squid di atas dipercaya masih dapat bertambah panjang hingga mencapai ukuran
yang jauh lebih besar.
Jika ada Kraken di luar sana, maka bisa dipastikan kalau Colossal Squid adalah
tersangka paling utamanya.
Lalu, apa bedanya Giant Squid dan Colossal Squid?
Giant Squid hanya memiliki tentakel yang memiliki lubang penghisap dan
gigi-gigi kecil, sedangkan Colossal Squid memiliki tentakel yang juga
dilengkapi dengan kait yang tajam. Beberapa kait bahkan memiliki 3 ujung.
Selain dua jenis Cumi-cumi di atas, makhluk yang satu ini juga memiliki
tentakel dan bisa bertumbuh dalam ukuran yang luar biasa, yaitu Giant Octopus.
Giant Octopus atau
Gurita Raksasa
Giant Octopus atau gurita raksasa bisa bertumbuh hingga memiliki panjang 9
meter. Panjang ini cukup membuatnya menjadi monster yang ditakuti oleh para
pelaut. Makhluk inilah yang dipercaya Monfort sebagai monster yang menyerang
para pelaut Norwegia di lepas pantai Angola yang lukisannya tergantung di Kapel
St.Thomas.
Bangkai
ini terdampar di pantai St.Augustine, Florida tahun 1896. Dipercaya sebagai
Giant Octopus
Pada masa kini, teori mengenai Cumi atau Gurita raksasa dianggap sebagai
penjelasan yang paling masuk akal mengenai legenda Kraken.
Jika kita beranggapan kalau legenda Eropa yang mengatakan kalau Kraken memiliki
ukuran sebesar sebuah pulau sebagai "membesar-besarkan", maka mungkin
misteri Kraken memang sudah terpecahkan.
Perpisahan sekolah merupakan hal yang bisa dikatakan 'sakral'. Bagi yang duduk di kelas XII atau IX, pastinya setuju. Nah bagi teman yang sedang sibuk mempersiapkan perpisahan sekolah, Belajar bahasa Inggris pada kesempatan kali ini akan menghadirkan contoh naskah Pidato Bahasa Inggris Perpisahan (validictory) beserta terjemahannya. Contoh naskah pidato bahasa Inggris tentang perpisahan tersebut sengaja penulis tulis untuk membantu teman-teman dalam membuat sebuah pidato khususnya yang bertemakan perpisahan. Baca dan simak contoh pidato bahasa Inggris dibawah ini dan semoga bermanfaat. Check this out!!!
Pidato Bahasa Inggris - Perpisahan
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Honorable ones; the principle of SMAN 1 Tanjung, all Teachers and administration staff of SMAN 1 Tanjung and all my friends in XII, X and XI grade.
First of all, let us praise to the Almighty Allah SWT, because of His Blessing we are able to gather here, to attend a farewell ceremony for the students of SMAN 1 Tanjung, XII grade in academic year 2013–2014. Secondly, may shalawat and salam be upon the Prophet Muhammad SAW who has guided us from the darkness into the brightness.
My friends, in this good opportunity, I stand here to represent all the students of SMAN 1 Tanjung Grade XII to give a valedictory speech.
On the behalf of all students XI grade.
There are so many things that I want to say here to express how thankful we are. I can't find a word to express this tears of joy of remembering all memories that we have been through during this past three years. All we want to say is we are proud to belong here, to study here and to meet all great teachers that we have ever met.
We would like to say thank you very much for all the teachers of SMAN 1 Tanjung who have taught, educated, and guided us so that we can pass the national exam (UN) successfully. Thank you very much for your dedication. We know that your advice, guidance, and motivations have made us better not only in thinking but also in attitudes. My teacher, we realize that we cannot give you any reward. It seems that there are not single reward that can be representative our thankfulness for your merit. We can only give you gratitude and pray. May God repay your kindness. May God always bless you all.
We would also like to apologize to all of the teachers, administration staffs and all the elements of SMAN 1 Tanjung. Please, forgive our mistakes, forgive all the bad things that we have done, forgive all stupid things that make you angry and hopefully we can make our attitudes better than before.
We know, this is the top point of all three years journey together here. There are a lot of laugh, cries, smile, beautiful things that we have experienced. I hope, we will always remember those days forever. And make them as beautiful memories in our life.
Ladies and Gentlemen
I think that’s all my valedictory speech. I am so sorry for all my wrong words. The last, on the behalf of students grade XII, once again, I would like to say: thank you, forgive us, and remember us. Thank you very much.